Siapa yang Menciptakan Mesin Fotocopy?

Posted on

Chester Carlson dan Sejarah Mesin Fotocopy

Mesin fotokopi ditemukan oleh Chester Carlson pada tahun 1938. Carlson lahir di Seattle pada 8 Februari 1906. Bahkan ketika masih kecil, ia selalu ingin tahu tentang cara kerja berbagai hal. Dia sangat tertarik dengan Kimia. Kembali ketika dia masih remaja, dia dulu bekerja untuk printer lokal. Carlson menggunakan kesempatan ini untuk menerbitkan majalah kecil untuk ahli kimia amatir.

Setelah lulus dari sekolah menengah, ia bekerja di perguruan tinggi tempat ia mengambil jurusan Kimia. Beberapa tahun kemudian, ia memasuki California Institute of Technology di mana ia lulus dengan gelar di bidang Fisika. Carlson juga memperoleh gelar sarjana hukum dari New York Law School saat bekerja di sebuah perusahaan elektronik bernama PR. Mallory & CO. Selama bertahun-tahun, ia dipromosikan dan menjadi manajer di departemen paten Mallory.

Saat bekerja di New York, Carlson memperhatikan bahwa mereka menghabiskan begitu banyak waktu dan uang untuk membuat salinan dokumen karbon. Ini membuatnya ingin mencari cara yang lebih praktis untuk menyalin dokumen. Selama berbulan-bulan, ia mengerjakan penelitiannya dan melakukan eksperimen untuk membuat perangkat yang bisa menghasilkan salinan hanya dengan menekan satu tombol.

Prinsip di balik penemuan Carlson disebut elektrofotografi. Kemudian, ia mulai menyebut proses ini xerografi. Ketika akhirnya ia dapat membuat mesin fotokopi, ia mendekati beberapa perusahaan, berharap mereka akan membantunya meningkatkan penemuannya, tetapi mereka semua menolaknya.

Untungnya, Carlson tidak menyerah pada mimpinya. Pada tahun 1944, ia menemukan organisasi nirlaba yang tertarik dengan pekerjaannya. Battelle Memorial Institute menandatangani kontrak pembagian royalti dengannya dan membantunya mengembangkan perangkatnya. Pada 1947, mereka membuat perjanjian dengan Haloid. Perusahaan kertas foto ini akhirnya dikenal sebagai Xerox. Dengan bantuan mereka, mesin fotokopi otomatis pertama keluar pada tahun 1959. Penemuan ini ternyata sukses besar.

Pada tahun 1970, Xerox memperkenalkan mesin fotokopi yang dapat mencetak pada kedua sisi selembar kertas. Penemuan ini secara signifikan mengurangi jumlah kertas yang digunakan untuk menyalin dokumen. Mesin fotokopi warna juga ditemukan pada tahun 70-an. Mesin fotokopi ini bekerja dengan cara yang sama seperti mesin fotokopi hitam putih.

Pada tahun 1979, Xerox memperkenalkan mesin fotokopi dengan fitur hemat waktu. Mereka datang dengan mesin pengumpan otomatis, yang memungkinkan pengguna untuk meletakkan setumpuk kertas di mesin fotokopi alih-alih menempatkan setiap lembar satu per satu.

Xerography telah menjadi dasar industri mesin fotokopi, termasuk Xerox dan perusahaan lainnya. Keberhasilan fenomenal dari penemuannya membuat Chester Carlson seorang multimiliuner. Ia juga menerima banyak penghargaan untuk karya rintisannya, termasuk Inventor of the Year pada 1964 dan Horatio Alger Award pada 1966.

Dampak Penemuan Chester Carlson

Sebelum Chester Carlson menemukan mesin fotocopy, ada empat cara menyalin dokumen: dengan tangan, salinan karbon, gambar, atau stensil. Metode-metode ini tidak hemat biaya dan terbukti memakan waktu terutama ketika perusahaan membutuhkan ribuan salinan dari dokumen yang sama.

Saat ini, mesin fotokopi dapat ditemukan di mana-mana, dari kantor hingga sekolah dan toko serba ada. Banyak perusahaan juga memasuki pasar dengan menciptakan perangkat yang lebih murah dan lebih efisien. Saat ini, mesin fotokopi datang dengan berbagai fungsi yang dapat membantu meningkatkan bisnis apa pun. Namun, mesin ini masih beroperasi dengan prinsip yang sama dengan desain asli Chester Carlson.

Anda dapat mencari Sewa Mesin Fotocopy Jakarta di Situs Ubja Fotocopy