Seputar Mitos dan Fakta pada Bayi

Posted on

originals.id – Banyak sekali mitos dan fakta yang berkembang di masyarakat, terutama pada ibu hamil dan menyusui yang bisa berakibat pada sang bayi. Berikut ini sebuah mitos dan fakta yang bisa anda ketahui.

1. Konsumsi kacang tanah pada masa kehamilan membuat bayinya kelak alergi. Alergi merupakan kondisi kesehatan yang diturunkan dari orangtua (genetik). Demikian pula dengan alergi kacang tanah. Jadi, bayi yang memiliki alergi terhadap kacang tanah lebih dimungkinkan karena salah satu orangtuanya mempunyai alergi terhadap kandungan protein pada makanan yang sama dan bukan karena mamanya mengonsumsi kacang tanah saat hamil. Justru kacang tanah merupakan sumber protein yang juga kaya serat. Bagi anak, kacang tanah sangat baik karena mengandung lemak tak jenuh tunggal dan ganda yang baik untuk pertumbuhan. Alergi kacang tanah dapat diketahui setelah bayi mengonsumsi makanan padat. Bila dalam keluarga ada riwayat alergi, risiko alergi pada kacang tanah bisa saja terjadi. Untuk memastikannya, konsultasikan pada ahlinya.

2. Konsumsi kacang hijau saat hamil akan membuat bayinya kelak memiliki rambut yang lebat. Tebal-tipisnya rambut bayi dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor hormonal dari orangtua. Dengan demikian mengonsumsi kacang hijau selama kehamilan tidak berhubungan dengan lebat atau tidaknya rambut bayi saat lahir. Kandungan zat gizi pada kacang hijau, selain sumber protein, juga merupakan sumber karbohidrat, vitamin B, mineral magnesium dan seng, serta nutrien fitosterol.

Kandungan proteinnya bermanfaat untuk perkembangan janin secara optimal (sempurna) sekaligus dapat mengurangi adanya risiko cacat janin yang akan berpengaruh terhadap bayi. Karbohidrat pada kacang hijau sangat kompleks dan mudah dicerna oleh tubuh, menjadikan Mama hamil lebih kuat dan tidak mudah lelah. Sedangkan vitamin B-nya sangat baik untuk memaksimalkan proses metabolisme dalam tubuh sehingga asupan zat gizi dapat digunakan secara optimal di dalam tubuh dan Mama tidak mudah merasa lelah. Selain itu, dengan terpenuhinya zat gizi dalam tubuh tentunya akan mencegah kecacatan pada fungsi saraf janin dan mengoptimalkan pertumbuhan janin.