Mobil Matik Anda Cepat Rusak? Hindari Cara Pakai Seperti Ini

Mobil Matik Anda Cepat Rusak? Hindari Cara Pakai Seperti Ini

Posted on

Transmisi mobil adalah salah satunya elemen yang perlu dalam mobil. Maka transmisi butuh perawatan. Perawatan dapat dikerjakan dengan periodik dengan mengeceknya ke bengkel atau merawatnya sendiri dengan mengubah tingkah laku jelek dalam berkendara.

Ditambah lagi jika bicara transmisi automatis alias matik yang memerlukan perhatian tambahan. Rutinitas jelek dalam berkendara juga dapat membuat transmisi matik cepat rusak.

Memang rutinitas jelek seperti apa sich yang membuat transmisi matik pada mobil cepat rusak?

Mencuplik situs otoaja, minimal ada banyak rutinitas jelek yang mobil matik rawan rusak. Rutinitas pertama yang tidak diakui bisa membuat transmisi automatis cepat rusak ialah biarkan transmisi pada urutan ‘Drive’ alias ‘D’ untuk waktu yang lama dalam urutan diam.

Saat detikers ada dalam mobil menyala serta tidak berjalan seharusnya urutan transmisi ada pada ‘Park’ atau ‘P’. Bila transmisi didiamkan dalam urutan ‘D’ untuk waktu yang lama bisa membuat overhating.

Janganlah lupa aktifkan rem tangan saat mobil diparkir. Lupa untuk aktifkan rem tangan waktu mobil diparkir rupanya dapat membuat elemen dalam rem tangan rusak.

Tidak butuh mengubah gigi ke ‘Netral’ alias ‘N’ saat melewati jalan alami penurunan. Tujuan hati dapat mengirit BBM waktu jalanan alami penurunan, mengakibatkan justru beresiko. Rutinitas semacam ini bila dikerjakan terus-terusan dapat membuat transmisi cepat rusak serta ongkos reparasinya mahal. Disamping itu, pengemudi dapat juga kehilangan kontrol saat jalan sedang alami penurunan.

Jauhi mengalihkan transmisi ke urutan ‘P’ sebelum mobil betul-betul berhenti. Bila terus dikerjakan, dapat menyebabkan locking pin pada transmisi cepat rusak. Butuh diingat ‘P’ pada transmisi bermakna menghindarkan mobil berjalan sendiri, bukan hentikan mobil dengan mendadak.

Berhati-hati saat Anda bawa minum di mobil. Lihat tempatnya, seharusnya jauhi untuk menempatkan minuman dekat tuas transmisi. Serta sedikit air juga yang masuk ke dalamnya, membuat Anda harus mengubah transmisi keseluruhannya.

Jangan kosongkan tangki bensin. Minimal masih sisa 1/4 dari tangki yang terisi penuh. Jarum yang memperlihatkan jumlahnya bensin tidak seluruhnya tepat. Dengan masih mengawasinya terisi 1/4 dapat menghindarkan berhenti di jalan.

Biarkan tangki kosong dapat membahayakan sebab bensin masih melumasi semua elemen yang berada di dalam mesin, ditambah lagi untuk mobil bertransmisi matik.

Mengalihkan tuas transmisi seharusnya Anda telah pastikan mobil dalam urutan berhenti. Rutinitas semacam itu bisa memberi desakan lebih pada transmisi. Jika seringkali dikerjakan menyebabkan transmisi cepat rusak.