Mengapa Benih Jagung Tidak Tumbuh?

Posted on

 

Ya, pertanyaan ini sering ada disaat petani sedang coba menumbuhkan benih saat lakukan budi daya tanaman.

Petani sering mengatakan dengan memakai arti tidak ingin sprout, tidak ingin berkecambah, tidak keluar buntutnya serta ada banyak arti yang lain.

Walau sebenarnya menurut mereka, langkah menanam benih jagung yang mereka kerjakan telah benar, kelembapan telah dijaga dan media yang dipakai juga juga pas. Tetapi, benih jagung tetap tidak ingin tumbuh.

Lantas, kenapa hal itu masih berlangsung?

Ketidakmunculan tanaman ke permukaan tanah dapat saja berlangsung. Benih tanaman jagung yang tidak dapat tumbuh bisa dikarenakan oleh banyak hal. Serta banyak hal itu dapat dilihat dari tanda-tanda yang diperlihatkan.

Berikut adalah banyak hal yang membuat benih jagung tidak bisa tumbuh secara baik serta seragam.

Bisa saja tidak berhasil tumbuhnya jagung dikuasai sebab dampak curah hujan yang berlebihan diawalnya musim kemarau. Pada umumnya tanaman jagung benar-benar anti pada air banyak ditambah lagi sampai menggenang.

Benih bisa saja tidak tertanam, baik sebab lupa, ketinggalan, atau alat tanam yang rusak. Bisa saja benih tidak masuk ke lubang tanam. Jalan keluarnya dengan memberikan benih baru. Baca juga 7 tanaman bawa peruntungan

Bila benih normal tapi tidak berkecambah, bisa saja benih yang dipakai telah mati. Benih dapat mati jika begitu kering. Ini dapat juga berlangsung bila suhu tanah begitu kering, yaitu dibawah 10°C. Karena itu butuh selekasnya dikerjakan pengairan.

Tanda-tanda selanjutnya yang kemungkinan berlangsung bila benih tanaman jagung tidak tumbuh ialah berlangsungnya pembengkakan pada benih yang bertumbuh pada pembusukan. Ini dapat berlangsung bila benih telah mati, tapi tanah begitu basah, atau suhu begitu dingin. Untuk menanganinya, butuh dikerjakan perbaikan pada skema drainasenya.

Tidak hanya benih yang busuk sebab unsur drainase, busuk pada benih dapat juga dikarenakan oleh jamur patogen. Tipe jamur patogen yang biasa menyerang diantaranya Pythium, Diplodia, Gibberella, serta Rhizoctonia. Perubahan jamur patogen ini bisa dihindari memakai fungisida sebelum pekerjaan penanaman dikerjakan.

Tanda-tanda setelah itu yang kemungkinan berlangsung ialah sebab unsur perkembangan kecambah yang tidak teratur. Mengakibatkan, beberapa ujung daun tumbuh serta tertimbun di tanah. Sebabnya bermacam, diantaranya ialah sebab tanah berbatu serta tanah yang begitu padat.

Yang paling akhir, benih tidak bisa tumbuh sebab benih sudah rusak karena pemakaian herbisida, terutamanya Alachor serta Metolachor. Begitu halnya pemberian insektisida, khususnya jika pemberiannya begitu pekat atau kebanyakan.

Tetapi jika dengan pengairan, benih masih tidak ingin tumbuh, pilihannya ialah petani harus lakukan penyulaman dengan benih varietas lain yang belum kedaluwarsa Bila sangat mungkin, dapat ditukar dengan varietas yang adaptif dengan suhu sekitar lingkungan atau suhu lokal ditempat.

Demikian banyak hal yang membuat benih jagung dapat alami tidak berhasil tumbuh. Mudah-mudahan dapat jadi perhatian pagi petani semua.

Salam Tani, Semangat Bertani!

iya seringkali sekali benihnya jamuran…gunakan fungisida apa ya bikin menahan jamur nya

joss Lisa.. info yang bagus untuk petani.. karena ini sering berlangsung, mudah-mudahan nantinya dapat dilihat secara baik beberapa hal yang semacam ini,

duh,kemungkinan tidak ya,petani menanti jagungnya tumbuh walau sebenarnya dia blm nanem jagungnya,faktanya sebab lupa. bahaya jika jadi petani pelupa he he