Menelusuri Sejarah Perkembangan Teknologi Game di Dunia
Menelusuri Sejarah Perkembangan Teknologi Game di Dunia

Menelusuri Sejarah Perkembangan Teknologi Game di Dunia

Posted on

Tidak dapat dipungkiri bahwa pertumbuhan teknologi sudah menyusup ke seluruh sektor baik itu dari sisi industri, bisnis, ekonomi, bahkan dunia hiburan juga telah mempunyai teknologinya sendiri. Salah satunya adalah video dan console game adalah teknologi yang sukses merambah ke sektor dunia hiburan.

Bermain game memang dapat menghilangkan kebosanan, rasa jenuh, sekaligus bermanfaat untuk mengisi waktu di saat kosong. Semakin canggih teknologi, semakin mudah juga seseorang untuk bermain game. Apalagi di era smartphone saat ini banyak sekali game yang bisa dimainkan dengan grafis luar biasa.

Game sendiri ternyata mempunyai sejarah atau asal usul yang tentunya sangat menarik untuk diketahui. Contohkan seperti siapa sebetulnya penemu game tersebut, dan apa game console yang diciptakan pertama kali hingga bagaimana perkembangannya kini. Oleh karena itu,  ini adalah ulasan menyeluruh mengenai penemu sekaligus pertumbuhan game yang ada di dunia.

 

Perkembangan Teknologi Game di Dunia

Bukan rahasia umum lagi jika semakin berkembangnya teknologi, semakin banyak juga bermunculan inovasi dari orang-orang kreatif di dunia ini. Dan salah satunya ikut mengembangkan teknologi game, yang mana hal ini teratur berkembang setiap waktu tertentu. Game memang menjadi satu lahan bisnis yang menjanjikan sebab tidak hanya dipakai oleh anak kecil saja tetapi orang dewasa juga banyak yang ketagihan dan merasakan bermain game, khususnya game-game berbasis console. Adapun teknologi ini rupanya mempunyai perkembangan beberapa generasi dari tahun ke tahun yang antara lain;

 

  1. Teknologi Game Generasi Pertama (1952-1975)

Game Pertama: Tic-Tac-Toe

Teknologi Game rupanya dibuat kesatu kali oleh A.S. Douglas pada tahun 1952 di University of Cambridge. Douglas mempertontonkan game buatannya melalui tesis dalam rangka tentang interaksi antara komputer dan manusia. Game Pertama yang ada di dunia ini ternyata sangat simpel, yakni suatu permainan Tic-Tac-Toe atau XOXO yang diprogram memakai komputer EDSAC vaccum-tube, dimana komputer ini mempunyai layar CRT (Cathode Ray Tube).

 

Game Kedua: Tennis for Two

Tesis serta teknologi game yang dijabarkan oleh A.S Douglas membuat banyak orang terinspirasi. Bahkan pada tahun 1958 kemudian, William Higinbotham juga membuat game Tennis for Two yang dimainkan di osiloskop. Sama dengan Douglas, game ini juga masih sangat sederhana. Antarmukanya sendiri memperlihatkan lapangan tennis dari samping dan masih sangat terbatas.

 

Game Ketiga: Spacewar

Beberapa tahun pasca diciptakannya teknologi game pertama atau lebih tepatnya pada tahun 1961—game selanjutnya muncul bersamaan dengan naik daunnya teknologi komputer. Komputer pada saat itu masih menjadi barang yang sangat mewah, dari sini Steve Russel membuat game mempunyai nama Spacewar sebab terinspirasi dengan kisah rekaan ilmiah karya Edward E Smith berjudul Skylark. Game Spacewar sukses diciptakan Russel memakai komputer dan memanfaatkan fitur mainframe MIT PDP-1 yang biasa digunakan untuk perhitungan statistik. Dengan komputer tersebut, Steve sukses menciptakan Spacewar.

 

Lahirnya Video Game

Karena teknologi game menjadi percakapan hangat pada waktu lalu, maka beberapa mahasiswa menyimpulkan berinovasi dengan memanfaatkan kemudahan teknologi yang ada di kampusnya untuk menciptakan video game lebih menarik sekaligus turut mengalirkan kreatifitas. Namun pada tahun 1972, teknologi game lebih berkembang saat untuk pertama kalinya diluncurkan perlengkapan video game garapan perusahaan Magnavox Odyssey, mereka membuat terobosan teknologi baru dalam dunia game yang mana sukses menciptakan video game dapat dihubungkan dengan televisi.

Namun sayangnya tiga tahun berselang yaitu pada tahun 1975, Magnavox Odyssey berhenti memproduksi video gamenya. Tapi mereka malah memperkenalkan teknologi baru yakni mikroprosesor berbasis konsol. Hingga akhirnya pihak Magnavox memproduksi video game jenis baru yang eksklusif menyajikan game Pong.

 

  1. Teknologi Game Generasi Kedua (1976-1983)

Pada generasi kedua, teknologi game berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Saat ini dikenal dengan hadirnya grafik 8 bit atau kurang lebih 4 bit dalam sejarah komputer dan video game. Karena di tahun 1976, teknologi game sukses dihidupkan pulang oleh Fairchild bareng karyanya yakni VES (Video Entertainment System). Dalam dasawarsa generasi kedua ini, banyak perusahaan yang membuat teknologi game berbasis konsol. Seperti Fairchild Channel F, Magnafox Odyssey versi 2, Attari 2600, sampai Attari 5200.

Dari begitu banyak  besutan tersebut, perusahan-perusahan lain ternyata tidak bisa mengungguli teknologi kepunyaan Attari 2600. Bahkan pada tahun 1980, sekian banyak  produsen konsol baru berkelahiran dan menjadikan Attari 2600 sebagai desain dan konsep dasar. Sehingga perkembangan game menjadi semakin maju.

Pada masa ini juga tercipta banyak game-game baru yang lebih memperkenalkan suasana 3D seperti Battlezone besutan Attari, Pac Man keluaran Namco, Game & Watch kepunyaan Nintento dan lain sebagainya dari perusahaan lainnya pula.

Meskipun demikian, pada tahun 1983 penjualan konsol video game mulai berkurang dan banyak orang yang mulai meninggalkannya. Hal ini dikarenakan tidak cukup kreatifnya semua pembuat game. Ditambah lagi dengan pertumbuhan PC semakin modern sehingga membuat banyak orang memutuskan melakukan pembelian PC ketimbang konsol video game.

 

  1. Teknologi Game Generasi Ketiga (1983-1986)

Menurunnya penjualan konsol game tidak membuat perusahaan lain menghentikan produksinya. Bahkan pada akhir tahun 1983 silam, konsol game baru produksi Nintendo yaitu Famicom/Nintendo Entertainment System (NES) sah diluncurkan. Lebih hebatnya lagi, FAMICOM adalah konsol game pertama yang memperlihatkan gambar dan animasi beresolusi tinggi. Dan kehadiran perlengkapan ini tentu saja disambut baik oleh masyarakat di seluruh dunia. Bahkan game legendaris yakni Super Mario juga pertama kali hadir di perlengkapan besutan Nintendo dan Famicon ini.

Kehadiran Super Mario akhirnya kembali menciptakan penjualan konsol game meningkat, bahkan karena hal ini banyak perusahaan aplikasi dan hardware yang menghentikan produksinya. Mengingat Super Mario pada saat itu terjual sangatpesat, ini lalu ditakutkan membuat perangkat lain baik itu software maupun hardware tidak laku di pasaran sehingga tidak heran sebab tidak inginkan ambil risiko banyak perusahan yang memilih menghentikan produksinya secara sementara.

Penjualan Super Mario itu akhirnya sekaligus membuat Nintendo memperluas pemasarannya ke Amerika. Dan mereka sukses mendominasi pasar video game di sana, sehingga hal ini secara tidak langsung juga menimbulkan kompetisi antar perusahaan konsol game, yakni Nintendo yang adalah pendatang, dengan SEGA yang notabenenya memang berlokasi di Amerika.

 

  1. Teknologi Game Generasi Keempat (1988-1993)

Melejitnya penjualan Nintendo bareng Super Mario-nya ternyata bertahan cukup lama. Hal ini terbukti pada tahun 1988, Nintendo kembali menerbitkan konsol game barunya dengan generasi 16 bit sekaligus membawa perubahan menyeluruh pada gameplay, tata suara, grafik, dan beda sebagainya. Konsol game baru produksi Nintendo akhirnya disambut hangat oleh dunia.

Tidak inginkan tertekan dengan atmosfer kesuksesan Nintendo, SEGA juga ikut merilis konsol game versi baru yakni Sega Mega Drive dengan kualitas yang nyaris sama. Bahkan, SEGA sukses membuat konsol game yang mempunyai gambar lebih tajam dan animasi lebih halus ketimbang kepunyaan Nintendo. Namun hal itu rupanya tidak memprovokasi penjualan perlengkapan Nintendo di dunia. Perangkat ini masih bertahan di puncak penjualan tertinggi untuk konsol game.

Konsol game baru kepunyaan Nintendo yaitu SNES (Super Nintendo Entertainment System) memang bisa menyaingi SEGA Megadrive pada tahun 1990 silam. Namun berselang satu tahun kemudian, SEGA mengenalkan game berjudul Sonic the Hedgehog, yang akhirnya menarik pecinta game. Karena secara kualitas gameplay, grafik, dan lain sebagainya pasti game ini jauh lebih baik ketimbang Super Mario kepunyaan Nintendo. Dan kesudahannya Sonic the Hedgehog sah menjadi saingan berat Super Mario.

 

  1. Teknologi Game Generasi Kelima (1994-1999)

Untuk menyaingi Nintendo dan SEGA, lama tidak tersiar akhirnya Attari kembali mengenalkan konsolnya yakni Attari Jaguar yang mempunyai kecanggihan setara SNES dan Mega Drive. Namun sayangnya, pemakaiannya yang lebih sulit membuat pecinta game tidak cukup tertarik. Bahkan di generasi ini juga Sony untuk yang pertama kali menerbitkan konsol game berbasis CD. Dan lalu mengeluarkan Playstation yang memakai teknologi 32 bit.

Kedua konsol produksi Sony akhirnya sukses menuai kesuksesan dan merebut perhatian semua pecinta game. Konsol berbasis CD-nya saja menjadi salah satu konsol game terlaris sepanjang masa jauh mengungguli Nintendo dan SEGA. Tentu saja merasa tersaingi, lantas Nintendo kembali menerbitkan konsol baru yaitu Nintendo 64 dan SEGA merilis SEGA Saturn yang dibuat untuk mengalahkan kekuasaan konsol besutan Sony.

 

  1. Teknologi Game Generasi Keenam (2000-2013an)

Meskipun mengenalkan konsol barunya, namun nyatanya Nintendo dan SEGA tetap tidak bisa mengalahkan penjualan Playstation kepunyaan Sony. Bahkan pada tahun 2000, Sony semakin merajalela dengan merilis Playstation 2 berbasis DVD dengan tampilan jauh lebih baik dari seluruh konsol kepunyaan Nintendo dan SEGA. Kehadiran Playstation 2 akhirnya meninggalkan jauh teknologi game kepunyaan kedua perusahaan yang berlomba ketat di generasi-generasi sebelumnya. Satu-satunya konsol yang bisa menyaingi Sony yakni hanya milik Microsoft yang diberi nama Xbox. Persaingan ketat itu akhirnya pun membuat SEGA mengakui kekalahannya dan mereka malah lebih memilih berkonsentrasi di bidang penciptaan game konsol.

Meskipun mendapat saingan baru, Xbox kepunyaan Microsoft ternyata tetap tidak dapat menyaingi kompetisi Playstation 2. Pada era tersebut, Playstation 2 menjadi pemuncak penjualan tertinggi untuk konsol game.

 

  1. Teknologi Game Generasi Keenam (Sekarang)

Perkembangan konsol game semakin menjadi pada waktu ini, tiga perusahaan teknologi konsol game yakni Sony, Microsoft, dan Nintendo masih berlomba dan terus menerbitkan konsol-konsol game versi baru produksi mereka. Sony kembali menerbitkan Playstation 3-nya dan meneruskan sampai sekarang Playstation 4. Nintendo masih berjuang bangkit dengan mengenalkan Nintendo Wii, dan Microsoft mengenalkan Xbox 360 sampai terbaru Xbox One. Meskipun demikian, Microsoft dan Nintendo masih tidak bisa mengungguli konsol game Playstation 4 kepunyaan Sony. Terlebih lagi baru-baru ini juga semakin meningkat pertumbuhan sistem game online yang tentu saja melibatkan player-vs-player. Keseruan itu membuat banyak pemakai game yang meninggalkan game-game single player bernotabene membosankan.