Lindungi Buah Hati Anda dari Konten Berikut Ini

Posted on

Konten adegan ranjang suami istri bukan seharusnya dilihat oleh anak-anak. Sekarang ini, perkembangan teknologi yang semakin pesat tidak hanya memberikan dampak positif dalam kehidupan, tapi juga bisa memberikan dampak negatif apabila kita tidak bisa mengaturnya.

Usia anak adalah usia yang cepat tanggap dimana mereka seringkali mencontoh apa yang terjadi di sekitarnya. Oleh karena itu, suasana yang positif harus dibentuk agar memberikan dampak positif pula pada perkembangan anak. Sebagai orang tua, Anda harus tahu konten apa saja yang bukan konsumsi anak, antara lain:

  • Konten kekerasan

Mengingat karakteristik anak yang suka mencontoh dan meniru apa yang dilihatnya, maka orang tua harus menghindarkan anak dari konten kekerasan. Konten ini marak tersebar di berbagai media sosial. Konten kekerasan tidak selamanya berupa video pertengkaran, tapi bisa berupa game online.

Sekarang ini, banyak game online yang bisa dimainkan oleh anak-anak. Apabila tidak diawasi dengan baik, bisa jadi game online yang dimainkan oleh anak-anak mengandung konten kekerasan. Misalnya saja, game perang, game mafia atau lainnya. Konten kekerasan ini bisa meningkatkan agresivitas anak.

  • Konten porno

Berbagai konten porno semakin mudah untuk diakses, termasuk bagi anak-anak. Terkadang, secara tidak sengaja, anak-anak melihat konten porno saat mereka membuka browser atau media sosial. Konten ini memang terkadang muncul dengan sendirinya sebagai bentuk pop-up dari situs yang tak berkualitas.

Setiap orang tua pasti tahu jika konten porno bukanlah konten yang bisa dikonsumsi oleh anak, seperti adegan ranjang suami istri. Terlebih dengan logika dan pola pikir anak yang belum bisa membedakan antara yang benar dan salah, maka Anda harus melindungi anak dari konten semacam ini agar anak tidak dewasa sebelum usianya.

  • Konten bahasa yang kasar

Seperti yang telah dijelaskan bahwa, anak-anak sangat mudah untuk meniru apa yang terjadi di sekitarnya. Bukan saja akan apa yang dilihatnya, tapi juga atas apa yang didengarnya. Lingkungan keluarga yang sering berkata kasar pasti akan menciptakan anak menjadi sering dan mudah untuk mengeluarkan kata kasar tersebut.

Saat ini, bukan saja lingkungan keluarga yang bisa berpengaruh. Tayangan TV, lirik musik dan lain sebagainya bisa menjadi konten bahasa kasar yang tidak seharusnya diketahui oleh anak-anak.

  • Konten percintaan

Meskipun kata cinta tidak harus merujuk pada pasangan, tapi tetap saja konotasi percintaan adalah dua orang yang sedang jatuh cinta. Belum saatnya untuk anak-anak mengetahui percintaan semacam itu. Hal ini akan berbahaya jika kita tidak memantau apa yang ditonton oleh anak.

Konten percintaan hampir sama dengan konten dewasa sehingga usia anak tidak boleh melihatnya. Anda harus memastikan benar bahwa video atau tayangan yang dilihat tidak mengandung konten percintaan.

Perkembangan teknologi membawa banyak konten berbahaya untuk usia anak sehingga Anda harus mewaspadainya, seperti halnya adegan ranjang suami istri yang bisa dilihat siapa saja pengguna internet. Selain itu, Anda bisa mendapatkan informasi bermanfaat yang serupa melalui orami.co.id.