Kumpulan Contoh Teks Eksplanasi Sosial dan Banjir

Posted on

Teks-teks penjelasan pada dasarnya membahas topik-topik yang berkaitan dengan fenomena yang ada di sekitar manusia. Mulai dari fenomena sosial hingga fenomena alam. Karena itu, kali ini Quipper Blog akan memberikan Anda beberapa contoh teks penjelasan yang dapat Anda pelajari.

Apa saja contoh teks eksplanasi ? Ayo, lihat langsung contoh teks eksplanasi di bawah ini!

Teks penjelasan sosial

Deklarasi umum
Kemiskinan adalah tingkat ketidakmampuan masyarakat sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Kebutuhan dasar termasuk pakaian, makanan, pendidikan dan kesehatan.

Masyarakat yang tergolong miskin biasanya tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar. Misalnya, dalam kaitannya dengan kebutuhan pakaian, tidak jarang orang miskin membangun rumah mereka secara sederhana. Bahkan, banyak dari mereka membangun rumah di tanah orang lain, di tanah milik negara atau di fasilitas umum.

Sebab dan akibat
Kemiskinan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari kelangkaan alat untuk memenuhi kebutuhan dasar, kesulitan mengakses pendidikan, kesulitan mencari pekerjaan.

Tidak hanya itu, kemiskinan dapat menjadi faktor kesenjangan sosial di suatu negara. Struktur dan perilaku sosial adalah faktor dominan dalam masalah kemiskinan. Perilaku konsumen, gengsi, pengeluaran uang terkait non-pendapatan semakin ditambahkan ke faktor kemiskinan.

Dalam struktur sosial, kemiskinan menyebabkan faktor kurangnya pendidikan. Orang miskin cenderung tidak berpikir bahwa pendidikan itu penting. Karena itu, mereka juga tidak memiliki kemampuan untuk bersaing di tempat kerja.

Karena itu, pemerintah juga telah menyiapkan program untuk mengurangi kemiskinan. Contohnya termasuk menaikkan upah minimum untuk bekerja, memperluas lapangan kerja, pendidikan gratis, perumahan yang terjangkau.

Namun, ini harus didukung oleh perilaku orang yang tidak membuang-buang uang, menghindari gengsi, menghemat uang dan membantu orang-orang di sekitar mereka. Kerja sama masyarakat-pemerintah sangat penting untuk mengatasi kemiskinan.

Interpretasi
Kemiskinan pada dasarnya dapat dihindari dengan melakukan hal-hal yang tidak dapat membahayakan, seperti tidak hidup dalam momentum, memprioritaskan pendidikan dan mengetahui prioritas. Program pemerintah untuk memberantas kemiskinan akan bekerja dengan baik jika masyarakat ingin berpartisipasi, karena tanpa dukungan masyarakat, program pemerintah hanya akan menjadi pidato.

Teks penjelasan banjir

 

Pernyataan umum
Musim hujan 2018-2019 diperkirakan masih menyebabkan banjir untuk Jakarta, terutama pada puncak musim hujan yang jatuh pada Februari 2019. Banjir telah lama terdaftar di Jakarta setiap tahun, bahkan menjadi momok bagi Ibu Kota Nasional.

Menurut kepala Badan DAS Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Bambang Hidayah mengatakan bahwa 129 desa dari 268 penduduk di Jakarta dan Kepulauan Seribu terancam oleh banjir selama musim hujan 2018/2019. Dapat dikatakan bahwa desa yang terkena banjir mencapai sekitar 48 persen dari jumlah total desa yang ada.

Sebab dan akibat
Jumlah 129 desa adalah jumlah banjir yang diperkirakan karena meluapnya sungai. Beberapa sungai yang berpotensi membanjiri desa adalah Angke, Pesanggrahan, Krukut, Kelurahan Ciliwung, Kanal Banjir Barat, Kelurahan Ciliwung Lama, Sunter, Kelurahan Cipinang dan Cengkareng Drain. Desa-desa yang paling rentan berada di selatan Jakarta, diikuti oleh Jakarta timur, Jakarta barat dan Jakarta utara.

Bambang mengatakan desa yang berpotensi banjir berada di daerah aliran sungai (DAS) yang belum dinormalisasi, diperluas, dan terwujud. Lebih jauh, titik banjir tahun sebelumnya tidak akan berkurang banyak. Ini terjadi terutama di DAS Ciliwung, di mana banjir cukup serius karena pemerintah tidak menormalisasi di Ciliwung selama dua tahun.

Penundaan normalisasi sungai disebabkan oleh kurangnya persiapan dari pemerintah provinsi DKI Jakarta (Pemprov) untuk membebaskan tepian sungai dari pekerjaan penduduk. Selama normalisasi tertunda, BBWSCC masih berusaha meminimalkan faktor banjir dengan menyeret sedimentasi tinggi atau sungai sedimentasi.

Namun, pengerukan tidak seefektif normalisasi dalam mengurangi banjir. Di luar dari 129 titik yang terkena banjir karena meluapnya sungai, Bambang juga memperingatkan potensi banjir di ruas-ruas jalan dan permukiman karena drainase yang buruk ketika hujan.

Interpretasi
Pada kenyataannya, pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi banjir pada tahun lalu. Sekalipun sungai tidak dinormalisasi, pemerintah provinsi DKI masih berusaha meningkatkan kapasitas sungai dengan mengeruk dan membersihkan sampah. Namun, karena banyak orang yang keras kepala karena mereka terus menciptakan tempat tinggal di dekat sungai, membuat proses ini bekerja lambat. Dampaknya, ini dilakukan agar Jakarta tidak banjir setiap tahun.

Demikianlah pembahasan tentang artikel contoh teks eksplanasi , semoga bermanfaat !

Sumber terkait : https://rumusrumus.com