Kuku Mu Panjang ? Awas Ini Resiko nya

Posted on

www.antoniaroseprinting.com – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Infectious Disease Society of America kuku yang lebih panjang dari tiga milimeter di luar ujung jari mengadung bakteri berbahaya.

Hasil dari penelitian ini juga menunjukkan kebanyakan orang tidak mencuci tangan dengan baik untuk menyingkirkan semua kuman di bawah kuku mereka.

 

Menurut penulis studi Dr Carol A. Kauffman (2013) seseorang harus mecuci tangan mereka selama 15 detik untuk menyingkirkan kuman yang tidak terlihat oleh mata. Karena setiap harinya tangan melakukan kontak dengan ratusan  benda.

Baca : Panduan merawat kuku tangan dan kaki

Pada kenyataannya tangan dan kaki digunakan untuk berbagai kegiatan penting lainnya seperti berjalan, bermain dan makan. Kuku panjang berpotensi menyebabkan sejumlah masalah kesehatan karena kuku menjadi tempat sempurna bagi kuman dan kotoran untuk tinggal. Para ahli kesehatan setuju bahwa kuku harus dipotong pendek dan tetap bersih.

 

Salah satu resiko tidak menjaga kesehatan kuku antara lain :

Cacingan

Cacingan adalah penyakit yang disebabkan telur cacing yang ditularkan melalui tanah. Kebanyakan usia yang terkena penyakit cacingan adalah anak sekolah dasar karena imun tubuh yang rendah serta kebersihan personal yang belum optimal dilakukan oleh anak.

 

Tetapi tidak menutup kemungkinan orang dewasa terkena penyakit kecacingan. Anak-anak yang terkena cacingan biasanya dapat dideteksi dari postur badan yang kurus, perut buncit, rambut merah, tipis, jarang dan kusam, mata belekkan, malas belajar, dan mengantuk.

Sementara itu pada tahun 2015 angka prevalensi cacingan di Indonesia mencapai 28,12 %. Angka kecacingan yang kecil menyebabkan masyarakat dan pemerintah kurang menaruh perhatian terhadap penyakit ini. Infeksi kecacingan menyebabkan menurunnya kualitas hidup penderitanya.

Oleh karena itu penting untuk mengetahui gejala dan faktor resiko infeksi kecacingan sehingga dapat dilakukan tindakan yang mampu diterima dengan baik untuk pencegahannya.

Untuk mencegah penyakit cacingan biasanya dengan meminum obat cacing 6 bulan sekali, pemakaian alas kaki secara rutin jika bermain diluar rumah, mencuci tangan dengan sabun sehabis berkegiatan dan setelah dari kamar mandi, serta rutin
memotong kuku seminggu sekali.

 

Diare

Menurut Dr. Luszy Arijanty (2011) Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar 3 kali atau lebih dalam satu hari dan tinja atau feses yang keluar berupa cairan encer atau sedikit berampas, kadang juga disertai darah atau lendir.

Kalau hanya salah satu, misalnya hanya tinjanya yang cair, belum bisa disebut  diare. Penelitian menyebutkan bahwa berat feses (tinja) lebih dari 200 gram per hari boleh dibilang mengalami diare. Sebagian besar (sekitar 90%) diare yang disebabkan oleh infeksi rotavirus. Sebagian kecil diare disebabkan, diare dapat disebabkan infeksi bakteri, parasit, jamur. Sebagian kecil lagi penyebab keracunan makanan, alergi, faktor psikologis yaitu stres. Penularan yang dapat menyebabkan diare ada tiga yaitu Finger (jari), Food (makanan) dan Fly (lalat). Anak-anak sering masukin tangan ke dalam mulut sehingga terkontaminasi virus.

Berdasarkan jangka waktu terjadinya, diare dibagi menjadi 2, yaitu diare akut dan kronis. Diare akut yang terjadi sampai dengan 7 hari, kemudian diare melanjut berlangsung 8-14 hari, sedangkan kronis terjadi lebih dari 2 minggu. Di Indonesia, lebih banyak kasus diare akut dibandingkan yang kronis.

 

Syarat disebut diare kalau ada perubahan bentuk feses dan frekuensinya lebih dari 3 kali sehari. Anak-anak rentan terkena diare karena daya tahan tubuhnya masih rendah sehingga sangat mudah terinfeksi virus.