Ketahui Perbedaan Pinjaman Syariah dengan Konvensional

Posted on

Terdapat beberapa perbedaan antara kredit syariah dengan konvensional. Jika dilihat dari segi penerimaan dana maupun sistem transfer dalam pengembalian dana, syariah maupun konvensional sama saja. Syarat yang ditentukan juga sama, mulai dari identitas lengkap dan juga dokumen tambahan lainnya.

Meskipun perbedaan kredit syariah dengan konvensional tidak terlihat jelas, keduanya tetap berbeda. Berikut ulasan mengenai perbedaan pinjam uang syariah dengan konvensional. 

Akad dan Tingkat Legalitasnya

Akad dan tingkat legalitas menjadi perbedaan yang sangat terlihat jelas dari kredit syariah dengan konvensional. Dalam proses peminjaman dana, ada satu sistem perjanjian yang akan melibatkan lembaga keuangan dengan nasabah. Perjanjian melalui tanda tangan ini dinamakan akad. Akad yang dilakukan oleh lembaga keuangan syariah biasanya berupa perjanjian bagi hasil sewa menyewa, jual beli yang tidak disertai dengan sistem riba.

Bunga

Dalam sistem konvensional, setiap nasabah baik yang menggunakan jaminan ataupun tidak, akan dibebankan bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya. Bunga ini tergantung pada jumlah dana yang Anda pinjam. Sudah menjadi hal yang lumrah bahwa bunga ternyata cukup memberatkan peminjamnya. Berbeda halnya dengan sistem syariah yang tidak menerapkan sistem bunga ini. Anda sebagai peminjam tidak akan dibebankan dengan sejumlah perhitungan bunga yang harus dibayarkan.

Dalam Islam, bunga dianggap sebagai suatu hal yang diharamkan karena menyulitkan dan membebani para peminjam. Dalam sistem syariah, sistem bunga ini digantikan dengan sistem bagi hasil keuntungan. Sistem bagi hasil ini berdasarkan pada kesepakatan dua pihak yang terikat di awal. 

Struktur Organisasi

Struktur organisasi bank syariah, diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Pengawasan ini berguna untuk menghindari adanya penyelewengan dana dalam bentuk apapun. Produk yang dikeluarkan termasuk sistem operasional diawasi penuh oleh DPS agar sesuai dengan prinsip syariah. DPS ini tidak ditemukan pada sistem bank konvensional.

Bank konvensional menggunakan jasa otoritas keuangan untuk mengawasi, tanpa adanya prinsip syariah. Jenis pinjaman untuk usaha yang akan dibiayai oleh pihak bank konvensional dan syariah juga berbeda. Pihak bank konvensional akan memberikan kredit untuk kepentingan apapun, sedangkan bank syariah akan menyutujui pengajuan kredit hanya untuk jenis usaha yang halal dan tidak melanggar norma agama dan hukum.