Kesan Setelah Menonton Eromanga Sensei Episode 1

Posted on

Ok, ketika ane sedang browsing ane iseng iseng liat “apakah ada anime baru untuk dilihat” pada malam ini, kemudian muncullah nama “Eromanga-sensei” yang dimana namanya telah muncul diingatan saya sejak 1 tahun+ yang lalu, lalu gw berpikir “Hmm, season ini gk terlalu banyak anime comedy” oleh karena itu ane mencoba untuk mencari “penghibur” di season ini setelah banyak anime yg serius pada season ini, lalu ane cobalah anime ini.

Untuk cerita, gw awalnya berekspektasi bahwa ini merupakan anime yang berfokus pada seorang mangaka yang rada2 ero dimana “ke-eroan” nya akan menjadi tumpuan comedy anime ini, ternyata ekspektasi ane salah, anime ini… Layaknya anime slice of life comedy lainnya, “Punya adek, cewek/cowok, terjadi kejadian tragis, jadi hikikomori”. Setelah melihat tema yang typical tersebut, saya mencoba untuk menonton dengan seksama dan dengan sabar, di 1/3 bagian episode, mulai muncul ekspektasi saya di jalan cerita seperti berikut “Ini akan bercerita tentang seorang penulis novel yang gk tau bahwa adeknya yang seorang hikikomori ternyata merupakan partenernya, namun memiliki keraguan bahwa adeknya adalah partnernya dan ingin membuktikannya bahwa ia adalah partnernya dan mencoba juga untuk melepaskan adeknya dari jeratan hikikomori” sebuah ekspektasi yg typical bukan? Namun tak disangka ekspektasi jalan cerita tersebut bisa patah dalam 2/3 episode saja. Ya, anime ini memiliki jalan cerita yang… Sangat teramat cepat, bahkan terlalu cepat, saking cepatnya, dalam 1 eps bisa menyelesaikan masalah/konflik yang seharusnya bisa diselesaikan dalan 3 atau 4 episode kedepan.

Untuk grafis, grafis terbilang typical anime batch slice of life + comedy anime jaman sekarang. Kecerahan warna serta jenis warna yang dipilih terbilang cocok untuk menggambarkan anime slice of life walaupun tidak cocok untuk di scene yang sedih, dimana jika ada scene yang sedih pasti akan dipaksakan ke daerah yang berlatar belakang gelap seperti saat hujan dan semacamnya.

Music? Lumayan, banyak music yang happy, walaupun banyak yg kurang tepat sasaran sehingga membuat music terkadang di putus-sambungkan. Dan di episode ini baru dimunculkan lagu ending nya saja, blm yg openingnya