Kenali Ciri-ciri Fintech Pinjam Meminjam Ilegal

Posted on

Bisnis usaha start up di Indonesia semakin berkembang. Sebuah industri baru yaitu financial technology atau biasa disebut fintech kini semakin merajalela. Keberadaan fintech bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses produk keuangan, mempermudah transaksi serta meningkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

 

Namun, kini pertumbuhan bisnis fintech seolah menjadi pisau bermata dua. Keinginan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu yang cepat bisa membuat para pelaku bisnis fintech gelap mata. Mereka yang benar-benar hanya merauk keuntungan melalui bisnisnya, bukan tidak mungkin untuk melakukan penipuan untuk mewujudkan keinginannya. Untuk mengatasinya Anda perlu mengenali ciri-ciri fintech pinjam meminjam Ilegal yang akan merugikan Anda. 

 

Bunga Tinggi

Bunga dalam kredit sudah menjadi hal yang tidak asing lagi. Anda diharuskan untuk berhati-hati jika penyedia jasa peminjaman uang yang Anda pilih mengharuskan Anda untuk membayar bunga yang  sangat tinggi. 

Biasanya fintech ilegal menerapkan bunga maksimal 0.8% per hari, serta tidak transparan dalam memberikan struktur perhitungan secara detail. Cara penagihan yang dilakukan oleh fintech ilegal juga biasanya cukup meresahkan. OJK memang tidak menetapkan jumlah bunga fintech dalam regulasi. Namun, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dengan resmi menerapkan prinsip perlindungan konsumen. 

 

Tidak Memiliki Identitas Perusahaan

Perusahaan yang bergerak dibidang apapun pada umumnya akan terbuka perihal identitas perusahaan agar diketahui banyak orang. Berbeda halnya dengan perusahaan ilegal. Biasanya, oknum penipuan yang mengatasnamakan fintech P2P Lending dengan sengaja menyamarkan nama perusahaannya. Disini Anda dituntut untuk cermat dalam mengamati latar belakang jasa penyedia pinjaman yang Anda pilih.

Tujuan dari penyamaran nama perusahaan ini biasanya untuk menghindari adanya laporan nasabah  yang merasa dirugikan. Hal ini akan menyulitkan pihak berwajib untuk melakukan pencarian dan penelusuran.

 

Mencuri Data Nasabah

Fintech lending akan dengan mudah memberikan akses pencurian data. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab akan menjadikan fintech sebagai perangkap untuk mendapatkan data–data pengguna aplikasi mereka. Sebagai contoh kasus adalah ketika nasabah gagal melunasi, pengelola fintech ilegal akan menyebarluaskan kegagalan nasabah kepada semua kontak telepon yang sudah disalinnya. 

Laporkan pada pihak berwajib jika Anda menemukan fintech pinjam meminjam ilegal yang pastinya akan merugikan orang banyak. Satgas Waspada Investasi juga meminta agar masyarkat tidak perlu untuk melakukan kegiatan tanpa izin tersebut.