Hakikat Belajar Agama dan Belajar Dunia

Hakikat Belajar Agama dan Belajar Dunia

Posted on

Belajar adalah kegiatan yang sudah kita lakukan dari kita lahir sampai nanti masuk ke dalam kubur, memang kita tidak menyadarinya, tapi apakah anda tahu di saat anda umur 3 bulan anda sudah sedang belajar bagaimana cara tidur nengkurap, setelah umur 10 bulan sampai 1 tahun bagaimana kita belajar berjalan,lalu umur 1.5 tahun kita belajar berbicara.

Bukankah proses tersebut di namakan belajar, lalu di saat kita sudah berumur, kita kembali belajar bagaimana makan (karena gigi sudah ompong), kita belajar bagaimana berjalan,karena kekuatan kita sudah melemah, bukankah itu semua dinamakan dengan proses belajar, berarti benar yang di katakan oleh Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wassalam, bahwa kewajiban belajar adalah dari kita lahir sampai masuk ke liang lahat.

Hakikat Belajar Ada Dua

Tahukah anda bahwa belajar yang kita lakukan selama ini terbagi ke dalam 2 golongan saja, yaitu belajar agama dan belajar keduniaan, dari penamaannya sudah jelas, kalau belajar agama atau istilah agama adalah menuntut ilmu yaitu suatu kegiatan utntuk mencari tahu cara ibadah dan mencari tahu tuntunan wahyu antara halal dan haram, dan ini akan menyangkut ke hadist alquran dan keterangan ulama.

Sedangkan belajar keduniaan adalah kegiatan mempelajari bagaimana agar kita nyaman dan mudah dalam kehidupan kita, misal cara agar sehat dan pelajaran tentang pengobatan penyakit, belajar tentang ilmu bisnis yang akan menjadikan kita sebagai pengusaha dan lain sebagainya.

Belajar Yang Lebih Utama

Di antara pilihan tersebut manakah yang lebih utama, yaitu antara menuntut ilmu agama atau belajar tentang ilmu dunia?. Jawabannya adalah menuntut ilmu agama, mengapa demikian?, jawabannya adalah karena:

Pertama ada kewajiban dari Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wassalam tentang wajibnya kita menuntut ilmu agama, dan tidak ada kewajiban bagi kita untuk belajar keduniaan, sesuatu yang di wajibkan sudah seharusnya kita prioritaskan dari amalan sunnah.

Kedua, keuntungan atau fadhilah orang yang menuntut ilmu agama sangat besar kalau di banding dengan belajar ilmu dunia, coba bayangkan, dengan belajar ilmu agama kita akan mendapatkan surga yang luasnya antara langit dan bumi dan ini kekal selama lamanya, kalau ilmu dunia paling hanya bisa membeli suatu pulau atau kemewahan yang hanya sementara saja.

Tetapkan Skala Prioritas

Bukan berarti ilmu dunia itu haram dan tidak boleh kita pelajari, tidak demikian, ilmu agama hukumnya mubah atau boleh selama ilmu dunia tersebut adalah untuk kebaikan dan bukan belajar tentang sesuatu yang di larang oleh Agama, bahkan jika kita niatkan untuk ibadah maka ilmu dunia ini akan mendatangkan pahala.

Dan niat ibadah dalam belajar ilmu dunia ini harus di iringi dengan doa, minimal kita membaca doa sebelum belajar yang singkat atau minimal kita membaca Basmallah ketika akan belajar, agar niat dan kegiatan kita selaras, bukan hanya ucapan saya niat ibadah saja, tapi harus di iringi dengan doa.

Kembali ke pembahasan skala prioritas dalam belajar, kita harus tahu apa sih ilmu yang di wajibkan dalam hadist tentang menuntut ilmu tersebut. Dan ternyata hadist itu menerangkan tentang ilmu agama yang sifatnya wajib, seperti belajar bagaimana aqidah yang benar, belajar tentang fiqih sholat dan belajar semua kewajiban yang di bebankan kepada kita sebagai seorang muslim.

Kenali dan pahami baik baik diri kita, apakah ilmu agama tentang amalan wajib tersebut sudah kita kuasai atau bahkan kita tidak tahu sama sekali antara rukun dan syarat sholat, jika kita sudah paham semua tentang ilmu kewajiban ibadah maka kita bisa mempelajari ilmu dunia.

Tapi kalau kita sangat minim dan tidak tahu apa apa tentang ilmu agama yang wajib tersebut, maka alangkah baiknya jika anda belajar dahulu tentang ilmu agama sebelum mempelajari ilmu dunia, jadi skalaprioritasnya jelas, menuntut ilmu agama di dahulukan setelahnya baru belajar ilmu dunia.

Harus Di Mulai Dari Sekarang

Seharusnya belajar agama adalah di saat kita masih kecil, agar pondasi agama yang kita miliki akan kuat dan kokoh, dan inilah pentingnya kita mengajarkan kepada anak kita akan ilmu agama, terutama ilmu aqidah, jangan melulu kita masukan tentang kebesaran dunia, ingat ini kesalahan yang banyak di lakukan oleh umat muslim kebanyakan.

Dan untuk kita yang sudah dewasa bahkan sudah tua, maka tidak ada kata terlambat, yang perlu kita lakukan adalah bertaubat dari kesalahan kita tidak menuntut ilmu agama, dan selanjutnya kita mulai belajar agama dari hal yang belum kita kuasai, utamanya adalah belajar tentang aqidah dan fiqih wajib.

Jika ada keinginan yang kuat maka ALLAH Azza Wa Jalla akan memudahkan kita dalam belajar ilmu agama ini, betapa banyak contoh di sekitar kita, seperti seorang nenek yang sudah berumur 70 tahun berhasilmenghafal AL Quran hanya dalam waktu 1 tahun.

Artikel ini di dapat dari website penaungu.com, semoga bermanfaat dan semoga kita di mudahkan untuk selalu menuntut ilmu agama sampai ajal menjemput.

Baca juga artikel tentang cara belajar agama islam secara online.